Laporan IPCC Soroti Kode Merah Perubahan Iklim, FPCI: Nasionalisme Iklim Kini 【Jaringan skor basket langsung】Penting

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:0809 Liga Juara Eropa

Ia pun menegaskan bahwa pengurangan kecil tidak akan membawa kita ke pencapaian yang kita inginkan, yaitu batas 1,5 derajat untuk kenaikan suhu global.

"Yang akan membawa kita lebih dekat ke tujuan itu adalah transformasi total, bukan upaya kecil," pungkas Dino.

Dalam sambutannya, Founder dari FPCI, Dino Patti Djalal menyampaikan: "Beberapa menanyakan kepada saya apakah mereka harus takut ketika membaca laporan IPCC, saya menjawab ya, Anda harus takut. Karena ketika Anda takut maka Anda berpikir secara berbeda, dan Anda dapat bertindak secara berbeda".

Tingkat kenaikan permukaan laut baru-baru ini hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 1901-1971.

Pengaruh manusia "sangat mungkin" (90%) sebagai pendorong utama kemunduran global pada gletser sejak 1990-an dan penurunan es laut Arktik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dino Patti Djalal pun menyebutkan bahwa ia mempercayai tantangan iklim akan menjadi isu yang berat di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada Rabu (1/9/2021) menyelenggarakan acara daring yang menyoroti laporan terbaru dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), terkait kode merah untuk iklim dan kemanusiaan.

Badan UNICEF PBB mengeluarkan laporan terkait ancaman kepada 19 juta anak-anak Bangladesh hari Jumat (5/4). Ancaman tersebut diakibatkan oleh perubahan iklim global yang melanda kawasan Bangladesh.

Sudah "hampir pasti" bahwa suhu panas yang ekstrem, termasuk gelombang panas menjadi lebih sering dan lebih intens sejak tahun 1950-an, sementara peristiwa dingin menjadi lebih jarang dan tidak terlalu parah.

Dikutip dari laman BBC, poin-poin penting dalam laporan terbaru IPCC di antaranya adalah:

"Saya percaya bahwa tantangan iklim akan menjadi perjuangan bagi Indonesia - yang lebih sulit dari perjuangan untuk kemerdekaan, lebih sulit dari krisis keuangan, dan lebih sulit dari perjuangan kita melawan pandemi COVID-19 sekarang," ujar Dino Patti Djalal.

Suhu permukaan global 1,09 C lebih tinggi dalam periode antara 2011-2020 dibandingkan antara 1850-1900.

Lima tahun terakhir telah menjadi rekor terpanas sejak tahun 1850.